Recent Tube

  • Pedoman Akreditasi

    Akreditasi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

  • Alat Peraga Edukatif

    Akreditasi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

  • Alat Peraga Edukatif Literasi

    Akreditasi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

  • Alat Peraga Edukatif Logika

    Akreditasi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

  • Alat Peraga Edukatif Saintek

    Akreditasi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Showing posts with label TENTANG OUTBOUND. Show all posts
Showing posts with label TENTANG OUTBOUND. Show all posts

Kerjasama Outbound Rantauprapat Labuhanbatu Sumatera Utara


Konsep/Pengetahuan Apa Saja Yang Harus Dimiliki Instruktur Outbound

Konsep/Pengetahuan Apa Saja Yang Harus Dimiliki Instruktur Outbound


Outbound merupakan kegiatan alam yang syarat dengan suasana alam terbuka. Sesuai dengan namanya outbound dilakukan diluar ruangan, dialam terbuka seperti dilapangan, dihutan, dipersawahan, diarena wisata, perkebunan, sungai, pantai, laut dahkan ada juga yang dilaksanakan dihutan belantara. 
Instruktur Bersama Dewi Hughes 2013
copyright Picture Alam Binusa Outbound

Bagia sebagian orang atau kebanyakan dari mereka yang aktif dikegiatan para pecinta alam, pramuka, mapala, mahacita dan yang lainya, kegitan ini tentu tidak asing. Namun outbound yang belakang berkembang, sedikit memiliki perbedaan dibandingkan aktivitas yang saya sebutan diatas. Outbound umumnya bagian dari serangkaian kegitan peningkatan SDM (sumber daya manusia), yang dikemas dalam bentuk simulasi game yang menarik, menyenangkan dan menangtang. 

Tak Heran jika konten kegiatannya lebih cenderung mengaras adrenalin. Simulasi gamenya pun relatif tinggi akan resiko, misalnya main flaying fox, jembatan gantung, paralayang, naik dan turun tebing, arum jeram dan masih banyak contoh yang lainnya. Namun bukan berarti kegiatan outbound isinya itu-itu aja, sperti yang saya bilang bahwa ini umumnya serangkaian kegiatan SDM yang konsepnya lebih bnayk dilakukan dialam terbuka.

Lumrahnya game pada kegitan outboun ada 4 (empat) konsep utama yakni : Team Building, Team Work, Team Leadership, Cavasity Building. Ini tidak jadi patokan mutlak, tapi saya pribadi lebih sering menerapkan konsep ini. Selama berkarir menggeluti dunia outbound saya bersama tim biasanya tidak lepas dari empat patokan ini.

Ke-4 (empat) patokan konsep tersebut diaplikasi kedalam 3 kategori oprasional kongkrit yaitu Fun Game, Center Game dan Post Game. Dari masing-masing kategori barulah dimasukan ke 4 empat konsep tadi sesuai dengan tema kegiatan dan output yang ingi dicapai dari kegiatan outbound tersebut. Kalau saya biasanya masing-masing kategor disi oleh 5 game sesuai dengan tahapan waktu dengan durasi yang pleksibel, karena biasanya outbound pemilihan gamenya sangat disesuaiken dengan kondisi lapangan.

Kembali lagi kepembahasan 4 (empat) konsep utama permainan yang biasa dilakukan dalam outbound. Saya share satu persatu;

Team Buiding Excelent Parent Great Kids TK Buddis Jawanti 
Rantauprapat Labuhanbatu Sumut 2018
copyright Picture Alam Binusa Outbound

Pertama Team Building 
Kegiatan ini bertujuan menstimulasi kemampuan personal dalam tim, baik tim kecil maupun tim besar, karakter individu akan terbawa kedalam kelompok tentunya dalam konsep membangun dirinya dan membangunkelompoknya. Apabila hal ini direalisasikan dalam kegitan lingkungan kerja, kantor dimana ia beraktivitas atau dalam uniti tim perusahan, simulasi ini sangat relevan dan bisa berdampak signifikan terhadap prilaku kerja. Saya tidak akan membahas secara konsep dan teorinya, dalam hal ini bagaimana individu distimulasi dala berbagi kegiatan outbound melalui game kelompok, lebih jelasnya nanti bisa dipelajari di artikel berikut.
Team Work  Excelent Kids TK ROBBANI
Rantauprapat Labuhanbatu Sumut 2018
copyright Picture Alam Binusa Outbound

Kedua adalah Team Work
Secara Konsep Team work bisa diartikan kerja tim atau kerjasama, team work atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi yang paling populer di tim. sumber dikutif dari, "kompasiana.com". 

Ketiga Yaitu Team Leadership
Kepemimpinan kolektif dalam sebuah tim akan sangat terpengaruh oleh masing-masing induvidu yang dala kelompok. Egoisme, super ego dan karakter kuasa akan lekat dalam sebuah tim. Namun dalam game yang dikemas dalam kegiatan outbound, hal ini sebisa mungkin harus dilebur, walaupun hal ini hanya sebagai simulasi tetapi dampaknya akan terlihat, kepemimpinan isu yang yang sensitif dalam uniti tim, namun karena suasana outboun yang dibawakan secara fun hal ini akan terasa lebih mencair. Bagai mana mengelola kegiatan outbound dengan konsep Leadership Team nanti bisa dipelajari disini.

Cavasity Buiding The Great Kids TK Buddis Jawanti 
Rantauprapat Labuhanbatu Sumut 2018
copyright Picture Alam Binusa Outbound
Kempat Yakni Cavasity Building
Secara umum konsep capacity building dapat dimaknai sebagai proses membangun kapasitas individu, kelompok atau organisasi. Capacity building dapat juga diartikan sebagai upaya memperkuat kapasitas individu, kelompok atau organisasi yang dicerminkan melalui pengembangan kemampuan, ketrampilan, potensi dan bakat serta penguasaan kompetensi-kompetensi sehingga individu, kelompok atau organisasi dapat bertahan dan mampu mengatasi tantangan perubahan yang terjadi secara cepat dan tak terduga. Capacity building dapat pula dimaknai sebagai proses kreatif dalam membangun kapasitas yang belum nampak.


Bagaimana Menerapkan Konsep Ini Kedalam Simulasi Gamenya?

Sesuai dengan ulasan tadi diatas pada masing-masing kategori kita masukan permainan yang muatan dan konten tujuannya terdapat dalam empat konsep utama. Misalnya 

Pada Kategori Fun Game. Kegiatan dimulai dari Ice Breaking yang sangat menyenakang, permainan-permainan senam, simulasi, permainan tradisional dan modern bisa jadi pembuka kegiatan awal, agar secara psikologis instrukter dengan perserta, kemudian peserta dengan sesama perserta lebih mencair.

Team Buiding Excelent Parent Great Kids TK Buddis Jawanti 
Rantauprapat Labuhanbatu Sumut 2018
copyright Picture Alam Binusa Outbound

Lalu Pada Center Game.
Pada center geme peserta biasnya sudah bermain berdasarkan kelompok, sehingga permainan bisa dilakukan secara kompetisi kelompok agar peserta merasa lebih termotivasi.  Secara lengkap bagaimana pengelolaan peserta dalam bentuk kelompok pada Center Game, nanti bisa dipelajari disini.

Kemudian Post Game
Pada post game peserta seperti pada center game artinya mereka bermain dalam kelompok, misalnya saja main Flaying Pox, Spiderweb, Higt Roope Dll. Ini dimainkan oleh peserta secara kelompok. nanti kita pelajari lebih lengkap tentang pengelolaan Game Post pada outbound disini.

Kurang lebihnya seperti itulah, semoga informasi ini walaupun sedikit dan sederhana, tetapi mudah-mudahan memberi manfaat. Jika ada yang ingin bertanya atau ngobrol seputar outbound kita biasa diskusikan siapa tau saya bias menambah pengetahuan dan pengalaman teman-teman. Sekian dulu artikel kali ini.

Wassalamualaikum, Wr.Wb
Salam Alam Binusa Outbound 


Outbound & Wisata Alam Binusa Rantuprapat Labuhanbatu

Kegitan alam yang bersiapat natural merupakan kegiatan positif untuk mengembangkan cinta alam dan lingkungan. Belajar dan bermain hal paling disukai oleh masyarakat, karena hal ini sejatinya fitrah dasar manusia yang memang lekat dengan alam. Aktivitas dialam yang dikemas dengan kegiatan outbound tentunya sudah pasti sangat menyenangkan. Kini telah hadir di Kota Rantauprapat, lembaga & wahana outbound yang bisa menjadi tempat bagi semua kalangan masyarakat untuk dapat merasakan petualangan alam, rekreasi, wisata edukasi.

Lembaga outbound ALAM BINUSA melayani kegiatan alam dalam bentuk : Outbound, Family Gathering, Petualangan Alam, Wahana Pemacu Adrenalin dll. Lokasi yang tidak jauh dari pusat kota tentunya sangat menghemat biaya dan waktu. Kunjungi Alam Binusa sekarang disini.

Alam Binusa Outbound





Lokasi Outbound ALAM BINUSA Rantauprapat - Labuhanbatu

Pemandangan di lokasi ALAM BINUSA OUTBOUND  yang sangat memukau mata, menenangkan hati, namun wahanya memacu adrenalin para pengunjung. Beberapa spot view yang keren untuk photo" dan menyenangkan untuk kegiatan bermain outbound.

 Taman Air Mancur


 Taman & Kolam Pemandian


 Taman, Wahana Outbound & Kolam Pemandian


Spot Wahana Flaying Fox

Jenis Jenis Sling Baja Yang Biasa Digunakan Untuk Lintasan Flaying Fox & Crane

Jenis sling yang digunakan diberbagai industry khususnya industry berat macam-macamnya adalah :
  1. Wire Rope Sling
  2. Chain Sling
  3. Webbing Sling
  4. Round Sling
Keempat jenis sling tersebut digunakan sesuai dengan kondisi lapangan, kebutuhan customer pada saat aplikasinya nanti dan fungsinya sendiri. Langsung saya akan saya bahas yang pertama yaitu wire rope sling.
1. WIRE ROPE SLING
Wire rope adalah Tali baja yang terbuat dari beberapa WIRE yang dipilin membentuk STRAND, lalu beberapa strand tersebut dipilin mengelilingi CORE untuk membentuk sebuah wire rope.
Wire Rope Sling adalah Wire rope yang salah satu atau kedua ujungnya sudah diterminasi atau dibuat mata. Wire rope sling ini banyak digunakan di lapangan untuk aplikasi mengangkat barang ( Lifting ), menarik ( Towing ), menambat kapal ( Mooring ), mengikat ( Lashing(choker) ) dan masih banyak lagi.
Pembuatan wire rope sling sifatnya customized, yang berarti wire rope sling ini dapat difabrikasi sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan user di lapangan. Karena sifatnya yang dibuat sesuai dengan pesanan user, maka diperlukan data-data untuk membuat wire rope sling tersebut. Data-data yang diperlukan untuk membuat wire rope sling adalah sebagai berikut :
  • Spesifikasi Wire Rope itu sendiri ( Konstruksi, Core, Asal, Ukuran, Putaran, Finishing )
  • Jenis Terminasi apa yang ingin digunakan.
  • Berapa Jumlah terminasi yang akan dibuat pada wire rope sling nantinya, hanya di satu ujungnya atau dikedua ujungnya.
  • Untuk terminasi mata : ( Berapa diameter besar matanya, Menggunakan thimble atau tidak, Menggunakan aksesoris tambahan atau tidak seperti Hook, Masterlink, Ring ).
  • Berapa panjang jadi yang diminta user.
  • Untuk Multi Legged Sling, berapa jumlah kaki yang dibutuhkan.
  • Berapa set sling yang dibutuhkan.
Berikut ini adalah macam-macam jenis terminasi dari Wire Rope Sling :
JENIS DAN MACAM SLINGJENIS DAN MACAM SLING2

2. CHAIN SLING
Chain sling dalam bahasa indonesia disebut juga rantai sling. Dalam artiannya menurut wikipedia rantaiadalah serangkaian link yang terhubung biasanya terbuat dari logam. Sebuah rantai bisa terdiri dari 2 atau bahkan lebih dari 2 link yang berangkaian.
Kegunaan dari rantai yaitu :
  • Rantai dirancang untuk mengangkat, menarik, mengikat (Choker) dan mengamankan sesuatu.
  • Rantai dirancang untuk membantu menggerakkan mesin (biasa digunakan pada roller mesin).
Sedangkan Chain Sling adalah rantai yang ujungnya diberikan aksesoris sebagai alat bantu angkat ( Masterlink, Hammerlock dan Hook ).
Kegunaan dari Chain sling yaitu untuk aplikasi mengangkat dan menarik.
Untuk membuat Chain Sling dibutuhkan data-data yang berkaitan agar chain sling yang dipesan customer nantinya tidak salah ukurannya dan aksesoris yang digunakannya atau faktor lain. Data-data yang dibutuhkan sebelum membuat chain sling adalah sebagai berikut :
  • Ukuran diamater rantai atau kapasitas chain sling.
  • Banyaknya jumlah kaki sling pada chain sling nantinya.
  • Panjang jadi chain sling.
  • Aksesoris atau fitting lain yang dibutuhkan atau ditambahkan pada chain sling ( Hook, Ring, Masterlink, Shackle, dll)
Untuk mengetahui panjang jadi sesuai dengan point 3 ada baiknya saya contohkan juga dengan gambar. Berikut adalah cara menghitung panjang jadi Chain sling :
JENIS DAN MACAM SLING
Sedangkan macam-macam dari chain sling bentuknya adalah sebagai berikut :
JENIS DAN MACAM SLING

3. WEBBING SLING
Jenis alat angkat yang ketiga adalah webbing sling. Webbing sling atau yang sering disebut juga dengan sling belt adalah alat pengganti wire rope sling atau chain sling dalam aplikasi angkat (Lifting) dan mengikat (Choker).
Kenapa dianggap sebagai pengganti? tentunya webbing sling mempunyai kelebihan, karena dapat menggantikan wire rope sling dan chain sling. Kelebihan atau keuntungan dari webbing sling adalah :
  • Lebih ringan sehingga mudah dan aman digunakan.
  • Lebih flexible.
  • Tidak berkarat.
  • Tidak merusak atau membuat kotor barang yang diangkat.
  • Mudah dilakukan inspeksi.
Untuk gambar dari webbing sling dan spesifikasinya adalah sebagai berikut :
JENIS DAN MACAM SLING
4. ROUND SLING
Jenis Sling yang terakhir adalah round Sling. Round Sling adalah Synthetic Sling yang dibungkus lagi dengan pembungkus dari Synthetic dan dibentuk melingkar.
Keuntungan dari Round Sling ini adalah sebagai berikut :
  • Lebih tahan lama.
  • Jika mengangkat dengan posisi Choker, posisi angkat lebih sempurna. Gambar webbing sling diatas terdapat contoh mengangkat secara choker.
  • Untuk kapasitas angkat yang besar, Round Sling lebih tipis dan ringan dibandingkan dengan dengan Synthetic Sling yang lain.

Sumber : seoasmarines.com

Cara Menghitung Kekuatan Wire Baja Lintasan Flaying Fox


Pagi ini artikel yang ditulis mimin soal menghitung kekuatan wire rope atau sling baja yang biasa digunakan pada lintasan flaying fox maupun angkat beban, baik beban statis maupun dinamis. karena flaying fox wire bajanya dibentang sebagai jalur lintasan alias tali statis maka kita akan kupas tuntang mengenai kekuatan tali statis. Sebelum lanjut barang kali agan agan ada yang belum tau apa itu wire baja/sling baja, kita kupas dikit. Sling adalah tali yang terbuat dari baja yang terdiri dari pintalan baja yang kemudian digulung menjadi ukuran yang bermacan macam umumnya yang paling sering digunakan mulai dari diameter 8mm s.d 44mm. Pada dunia industri ada beberapa jenis sling yang digunakan seperti : Wire Rope Sling, Chain Sling, Webbing Sling, Round Sling. Mengenai empat jenis sling diatas dalam artikel lain nanti kita bahas atau lihat /baca disini. Mari kita mulai hitung kekuatan sling baja yang akan kita gunakan.

Menentukan kekuatan sling
RUMUS :


SWL = d X d X 8
SWL : Safety Working Load
d : Diameter
Contoh :
1. Tali kawat baja diameter 1/2
SWL =1/2 X 1/2 X 8 = 2 ton
2. Diameter 5/8 inch
SWL = 5/8 X 5/8 X 8
. 3,125 ton
3. Diameter 1 inch
SWL = 1 X 1 X 8 = 8 ton


Faktor Keamanan (Safety Factor)
Bila kita ingin mengetahui SWL (Safe Working Load) atau dalam Bahasa  Indonesia disebut  BKA (Beban Kerja Aman) sebuah tali kawat baja kita harus mengingat  factor keamanan yang sesuai pengunaannya
       SWL = Kekuatan Putus Tali (Breaking Strength)
                      Faktor keamanan (Safety  Factor)

Faktor keamanan menurut standar API adalah
-          Tali diam              = 3   (tali pendant)
-          Tali berjalan        = 3,5 (tali hoist)
-          Tali sling               = 5   (tali angkat beban)
-          Tali  personel     = 10 (man cage/ man basket)


Fungsi Safety Factor
-          Untuk mengakomodasikan kekuatan putus tali  (breaking strength)
-          Karena penggunaan yang kurang tepat
-          Karena perkiraan berdat barang yang tidak tepat
-          Banyak lagi factor lain

Daftar Kekuatan Putus Tali


Rope Diameter (mm)
Rope Diameter (inch)
Approx Weight
Kg/100 m
Nominal Breaking Strength
180 kgf/m
FC
IWRC
FC
IWRC
8
5/16
21.5
24.3
3540
3813
9
3/8
27.2
30.7
4480
4825
10
-
33.6
38.0
5530
5958
11
7/16
40.0
45.9
6690
7209
12
-
48.4
54.7
7970
8579
13
½
56.8
64.2
9350
10069
14
9/16
65.8
74.4
10800
11677
16
5/8
86.0
97.2
14200
15252
18
11/16
112.0
123.0
17904
19303
19
¾
124.0
137.0
19948
21508
22
7/8
167.0
183.0
26745
28837
24
15/16
199.0
218.0
31829
34318
25
1
216.0
237.0
34537
37227
28
1-1/3
271.0
297.0
43323
46710
32
1-1/4
354.0
389.0
56586
61009
36
1-3/8
448.0
493.0
71600
77418
38
1-1/2
500.0
550.0
79900
86290
40
-
554.0
609.0
88500
95580
44
1-3/4
670.0
737.0
107000
115580













FC           =  Fiber Core
IWRC     =  Independent Wire Rope Core

Safe Working Load
Umumnya seorang operator crane  jarang atau hampir tidak pernah me3mbawa table /  daftar kekuatan tali baja. Tapi demi kemudahan pekerjaan di lapangan, perhitungan Safe Working Load / Beban Kerja Aman bisa diperoleh  dengan cara menghitungnya dengan rumus

                                SWL(Ton)  =  Diameter(Inch)   X    Diameter(Inch)     X     8

Nah itulah info ringan soal kekautan tali/wire baja semoga bermanpaat.

Sumber : 
1. seoasmarines.com
2. operatorcrane.blogspot.co.id
3. plus.google.com